Kenangan Ramadan Berkesan: Inilah Awal Perjalananku!

Setiap hari selalu memiliki kesan tersendiri. Namun, ada yang melekat ada juga yang lewat begitu saja. Kenangan ramadan berkesan sendiri bagiku adalah tahun lalu. Di mana, menjadi titik awal karierku di dunia literasi.

Inilah kenangan berkesan versiku. Berawal dari hobi membacaku beberapa tahun silam, aku mulai terjerumus dalam dunia menulis. Sebuah pencapaian yang bahkan tak pernah terbayangkan sekalipun olehku. 



Dulu aku hanyalah wanita biasa, yang hobi stalking dan bermain medsos di tengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga. Berawal dari kekecewaan saat membaca sebuah cerita di sebuah situs bernama Wattpad, aku jadi terdorong ingin sekali membuat sebuah karya juga. Walaupun aku tahu, bahwa aku sangat nol besar saat itu.
Aku terus menulis, mengeluarkan ide-ideku. Lambat laun pun beberapa pembaca mulai berdatangan di cerita pertamaku. Senang? Sudah pasti, sekian lama menulis akhirnya ada juga yang mau mampir dan memberikanku kritik dan saran. 

Oh iya aku lupa memperkenalkan diri, namaku Siti Al-Muhajirin atau lebih dikenal dengan panggilan Siti. Wanita yang lahir 26 tahun lalu di sebuah kota kecil di daerah Jawa Tengah. Namun, kini aku menghabiskan waktu di Kota Kembang, bersama suami dan anak perempuanku. 
Redrouzhed, itu adalah nama pena sekaligus nama akun Wattpadku. Di sana kalian bisa menemukan semua tulisan absurdku. Jangan bertanya bagaimana aku bisa menulis dengan bekal pengetahuan PUEBI yang dangkal. Karena kukatakan pada kalian, bahwa setiap orang itu bisa menulis, yang membedakan hanyalah bagaimana niatnya. Lalu aku?
Niat dong! Aku itu tertarik menunlis karena suka melihat tulisan di Wattpad ada label ‘sudah Diterbitkan’. Imajinasiku mulai liar, mengkhayal bagaimana jika karyaku yang seperti itu, lalu mulailah aku menulis, acap kali aku mendapat kritik pedas, cap tulisan sampah juga. Namun, tak sedikit juga yang memberiku arahan. Bohong banget kalau aku enggak sakit hati, tapi lagi-lagi karena aku ingin bisa maka kukejarlah mereka yang rajin menyambangi ceritaku. Kuabaikan mereka yang mencibir, karena kelak merekalah yang kan mengelu-elukan karyaku, itulah lecutanku.
Hari berganti bulan, cerita pertamaku rampung. Dengan pedenya aku kirim ke penerbit besar karena ceritaku dulu sudah dibaca dua ribu kali. Menurutku angka yang cukup besar. Aku terus menunggu hingga dapat email bahwa ceitaku ditolak, gak berhenti di situ aku kirim lagi, ditolak lagi dst. Hingga bosan menghampiriku sendiri.
Suatu hari aku bertemu dengan orang-orang hebat yang membantuku sebut saja Zeeyazee, dialah orang pertama yang selalu membantuku. Padahal baru kenal, semoga Allah melancarkan rezekinya. Lalu Bang Lucky yang gak sengaja kukenal di facebook, dia juga seoramg penulis, sama seperti zee …. Namun, dialah yang membantuku untuk semangat revisi cerita pertamaku hingga akhirnya selesai revisi hingga lima kali. Saat itu aku sudah hilang minat untuk terbitin cerita. Bang Lucky terus memberiku semangat. Bahwa ceritaku layal terbit, haru, bahagia bercampur aduk.
Aku mulai lagi revisi, karena aku tahu ceita pertama jauh dari kata sempurna. Namun, lagi-lagi aku niat dan ingin sekali membuktikan bahwa aku bisa, aku mampu seperti mereka!
Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan!
menjelang Ramadan tahun kemarin sebuah penerbitan indie melamar naskahku, seketika aku sujud syukur. Merasakan nikmat yang tiada tara. Semangatku mulai bangkit, harapanku terbit lagi. Tanpa pikir panjang kuterma tawaran itu. Hingga akhirnya novel pertamaku yang berjudul ‘Manhattan In Love’ terbit di akhir tahun 2018. Terima kasih Ze, Bang Lucky, Teh Yuli selaku Editor terutama Ujwart Media.

Alhamdulillah kesabaran berbuah manis, janji Allah untuk orang yang mau sabar, ikhtiar dan berusaha itu nyata. Di tahun yang sama, aku bersama Zee mulai mendirikan sebuah komunitas bernama KMC(komunitas menulis cerdas). Tak muluk, hanya mau berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan!
Jarak 1 bulan, aku memberanikan diri membuka sebuah penerbitan Indie. Bersama para sahabat. Alhamdulilla alaa kulli hal, KMC Publisher berjalan lancar sampai sekarang. Niat, fokus dan usaha. Bagiku itulah tiga formula kesuksesan. Bahkan di tahun ini juga Ariny Nurul Haq mempercayaiku untuk memegang posisi editor di salah satu cabang penerbitanya. Tak tanggung, langsung ke level 3. MasyaAllah ....


Menulislah penuh dengan rasa bahagia
Menulislah, seakan besok tidak bisa menulis lagi
Menulislah, karena kamu adalah penulis
Menulislah, maka kamu akan dikenal
Menulislah! Ciptakan kenangan ramadan berkesanmu. Jadikan momentum di bulan suci penuh berkah ini




10 comments:

  1. Aku terharu moms 😭
    Moms aja bisa, aku juga harus bisa

    ReplyDelete
  2. Pagi-pagi dapet motivasi.
    Menulislah penuh dengan rasa bahagia.
    Menulislah, seakan besok tidak bisa menulis lagi.🤧🤧

    Terima kasih, Kak.

    ReplyDelete
  3. Masya Allah, keren lho perjalanan karier Mba Siti. Inspiratif.

    ReplyDelete