Sekelumit Kisah Saat Mengikuti Tantangan 12 Days Blog Challenge.


Menulislah penuh dengan rasa bahagia, jangan lupa bersyukur!


 Berawal dari ketidaksengajaan saya saat membuka WAG Estrilook. Ada info soal challenge ini, 12 hari? Sempat menimbang-nimbang ikut atau enggak. Soalnya saya sedang dalam keadaan full job editing. Akhirnya setelah menimbang ini dan itu saya akhirnya ikut serta dalam 12 Days Blog Challenge.

Di sini, saya bertemu lagi dengan Mbak Reffi Dinar, alhamdulillah Mbak Reffi juga yang selalu memberi keyword setiap harinya. Beruntung saya sudah terbiasa dengan keyword, sehingga 500 kata menjadi mudah dan menyenangkan. Itulah mengapa saya mengatakan, "Menulislah penuh dengam rasa bahagia." Kalau terpaksa, malas duluan, ogah duluan akhirnya 1 artikel tidak akan selesai.

Selain itu, inilah beberapa alasan saya saat memutuskan untuk mengikuti 12 Day Challenge:

Melatih konsistensi

Banyak penulis yang gugur sebelum karyanya terbit. Tidak lain karena penyebabnya adalah karena ketidalkonsistenan. Namun, di sini dengan adanya keyword saya merasa terlecut dan tertantang untuk menyelesaikan challenge sesuai deadline.

Melatih lagi perform menulis

Selama berkutat dengan editing, saya jarang menulis. Selalu sibuk dengan editan membuat daya terkadang lupa tanggungan cerita di wattpad yang belum selesai. Tak ditampik, jarang menulis membuat kaku saat hendak merangkai kata-kata. Alhamdulillah, dari sini saya mulai konsisten menulis lagi, bahkan setiap hari.

Menyalurkan hobi!

Ini poin pentingnya, hobi. Dari dulu saya memang hobi ngeblog. Hanya saja mulai serius beberapa bulan terakhir ini. Terlebih punya teman blogger seperti Teh Lia Yuliani, setiap hari chit-chat soal blog dan blog. Dulu, saya ngeblog ya ngblog aja. Pakai tema bawaan dll. Berkat Teh Lia saya jadi tahu apa itu kodingan, tema unyu dll. Semoga Teh Lia diberkati Allah SWT.


Menambah teman sesama Blogger

Ini bonus menurut saya, teman adalah saudara. Dan saudara sulalu berbagi satu sama lain. Ini hakikatnya. Di dunia blogger saya menemukan itu semua. Saling mengunjungi, saling suport dll. Selama mengikuti challenge ini gak dipungkiri saya bertemu rekan baru, mereka hebat-hebat. Semoga saya bisa seperti mereka, bahkan seperti Mbak Reffi.

Belajar konsis pada deadline

Untuk jiwa pemalas, deadline mungkin akan jadi solusi yang ampuh. Seperti di challenge ini. Mau tak mau setiap jari kita harus menyelesaikan satu tulisan dalam 24 jam. Apa bisa? Pasti bisa, asal kita niat dan mau saja. Deadline mengajarkan pasa kita bahwa kerjaan itu gak boleh dianggap santai, ada waktu yang harus dipertanggung jawabkan. Ada kewajiban yang harus dituntaskan. Untuk orang yang ogah-ogahan maka deadline akan menjadi seperti cekikan, karena waktu terus berjalan dan hati masih enggan mengerjakan.  Mau sukses? No excuse!


Merawat blog dan memberi isi bergizi

Dari blog challenge ini saya yang awalnya belum mengisi blog baru ini. Malah dalam 12 hari sudah ada beberapa artikel, sudah melengkapi yang lainnya juga seperti sitemap, webmaste tools dll, sehingga beberapa artikel aja sudah siap daftar adsense. Saya kira, blog ini akan terabaikan. Nyatanya saya salah, blog ini kembali hidup dan lebih berwarna.

Terima kasih 12 days blog challenge, terima kasih Mbak Reffi Dinar. Karena event ini saya lebih produktif lagi mengisi blog, karena challenge ini semangag saya ngeblog tumbuh lagi. We are the best!

No comments