Silaturahmi dan Rezeki, 2 Hal yang Saling Berkaitan Tetapi Sering Disepelekan

”Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi.”
(HR. Bukhari)


Selain rezeki yang kita dapat dari silaturahmi adalah berkah umur panjang. Orang yang mau menjalin hubungan baik adalah orang-orang terpuji di hadapan Allah. Sebuah bukti dari kemuliaan jiwa, kelapangan hati dan rasa ingin mempererat tali persaudaraan antar umat. Sebaliknya, mereka akan tampak tercela bila dengan sengaja memutus silaturahmi. Selain itu memutus silaturahmi juga akan menimbulkan hasad dan dengki sehingga memunculkan murka Allah kepada kita.

Apalah arti diriku, jika Allah menaruh setitik murka. Jika diri ibarat sebutir pasir, niscaya setitik murka Allah laksana badai di gurun sahara. Aku akan terhempas, terombang-ambing tanpa arah. —RedRouzhed

Bersilaturahmi sendiri harus dengan adab yang baik. Jaga lisan, jaga mata dan jaga hati dari rasa iri. Hal-hal yang harus kita perhatikan dalam berkunjung atau bersilaturahmi:

1. Tanyakan kabar, jika mereka berkata baik ucapkan alhamdulillah diiringi doa agar kebaikan mereka abadi dan terus bertambah. Karena, doa baik akan kembali lagi kepada kita. Inilah mengapa dalam bersilaturahmi kita diwajibkan menjaga lisan.

2. Jika kita lebih mampu, tidak ada salahnya memberikan cinderamata atau hadiah kecil. Karena, membuat bahagia sesama saudara merupakan salah satu amal salih yang akan berlipat-lipat pahalanya.

3. Menjenguk orang sakit pun termasuk bersilaturahmi, terlebih jika kita mengirimkan doa untuk kesembuhannya, menasihati agar tidak mengulangi kesalahannya hingga menyebabkan sakit menimpa tubuhnya.

4. Datang dengan mengucap salam, bertamu yang baik dan pergi juga mengucap salam. Ini adalah bentuk perwujudan silaturahmi yang baik dan menimbulkan rasa bahagia untuk kedua belah pihak.



Ahli silaturahmi akan diganjar 99 kebaikan, dilapangkan rezeki, diberi umur panjang dan insyaAllah calon penghuni surga Allah. Selain itu, Rosul pernah berpesan, bahwa silaturahmi adalah hal wajib yang harus kita jaga.

“Takutlah kepada Allah dan sambunglah tali silaturrahim.” (HR. Baihaqi. Dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani).

Menyambung silaturahmi yang terputus. Ini adalah problema besar, saat di mana gengsi menguasai diri. Ketika malas membelenggu hati, ketika bertatap muka menjadi enggan dan ingin menghindar.
Manusia memang diciptakan dengan kadar ego berbeda-beda, dan ego ini yang membentengi kita untuk memulai lembar silaturahmi baru dengan ssseorang yang pernah menyakiti dan memutus komunikasi dengan kita.

Bukankah orang yang memaafkan lebih mulia?
Bukankah sabar, ikhlas, zakat dan silaturahmi adalah kunci kita menuju surga-Nya?
Lantas, mengapa diri telalu angkuh hingga enggan mengulurkan tangan terlebih dahulu?

Demikian juga dengan orang yang memutus silaturahmi bahwa, surga adalah tenpat yang jauh untuknya. Abu Muhammad Jubair bin Muth'im ra pernah mengatakan bahwa Rosulullah bersabda: "Tidak akan masuk surga untuk orang-orang yang memutus silaturahmi."(HR: Bukhari dan Muslim)


Sebagai umat islam yang baik ada baiknya kita selalu menjaga salat, zakat dan silaturahmi. Karena tiga kunci itu adalah jalan penghubung kita untuk mencapai Jannah-Nya. Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang gemar menyambung silaturahmi. Aamiin ya Allah ....

No comments