Review Novel One Hundred Names




Judul: One Hundred Names
Penulis: Cecelia Ahern
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Ketebalan: vi+459
Terbitan: Jakarta, 2015
ISBN: 978-602-03-1212-5
Alih Bahasa: Nurkinanti Laraskusuma
Genre: Fiksi Jurnalistik, Fiksi Dewasa, Fiksi Sosial, Chicklit


Setiap orang punya kisah untuk diceritakan






Cecelia Ahern adalah penulis yang berasal dari Irlandia, debut pertamanya adalah P.S I Love You, yang langsung populer dan mencapai penjualan terbanyak dalam sembilan belas minggu.

One Hundred Names atau Seratus Nama adalah karya kesekian dari penulis yang berusia 38 tahun ini. Pertama kali yang paling menarik adalah kovernya. Berwarna putih bersih, gambarnya cukup mewakili judul yakni sekumpulan orang-orang. Saat membaca blurb-nya saya cukup tertarik, bagaimana kehidupan seorang jurnalistik itu.

Novel ini menceritakan kisah Kitty Logan yang bekerja di Etcetera, dia juga bekerja di salah satu televisi swasta dalam acara Thirty Minutes. Di awal bab saya memang dibuat bosan dengan narasinya, tetapi perlahan pembaca dibawa masuk ke bagian konflik pertama. Yakni, saat Kitty dituntut oleh Colin Maguere yang dituduhnya sebagai seorang pedofil ketika Kitty melangsungkan acara di Tirthy Minutes.

Diberhentikan dari pekerjaan, kisah asmara yang kandas dan tekanan sosial karena kasusnya. Lalu pesan Constance untuk mengungkap seratus nama tanpa petunjuk apa pun menjadi hal unik di novel ini. Bagaimana sekonyong-konyongnya Kitty mencari info hingga dia menemukan titik terang yang mengubah segala kehidupannya.


Walau membosankan di bab awal, nyatanya novel ini berkesan dengan konflik-konflik ringan yang disuguhkan pengarang di bab dua. Pembaca akan terus dibuat penasaran tentang bagaimana Kitty Logan memecahkan misteri seratus nama yang ditinggalkan Constance.

Teori Kisah—Mengucapkan selanat tinggal kepada kehidupan lampau,  selamat datang kepada kehidupan baru. Orang-orang terbuang?— Hal. 102

Cecelia berhasil mengemas cerita dengan apik. Walaupun banyak karakter yang diceritakan, tapi Cecelia sukses menghidupkan semuanya. Tidak ada tokoh yang mubazir, bagaimana proses pendewasaan Kitty karena semua masalah, bagaimana Birdie si tua yang anggun dan bagaimana uniknya Constance yang menyimpan segala ide mentah di tempat-tempat tak terduga seperti pot berisi tanah dan kolong meja. Lalu kisah Sam yang tak gentar melamar Marry Rose setiap hari dan banyak kisah menarik lainnya.


Bagi kalian pecinta genre romansa, mungkin harus berkecil hati. Karena One Hundred Names tidak terlalu mengangkat kisah percintaan Kitty Logan. Namun, Cecelia dengan begitu apik menyelipkan adegan di mana Steve yang berusaha mendekati Kitty di tengah kesibukannya menggali informasi ke seratus nama.

Voila! Novel ini memiliki ide unik dan sesuai dengan gaya Cecelia Ahern yang selalu menyelipkan pesan sosial. Terlebih Novel ini mengangkat kisah seorang penulis dan jurnalistik. Satu hal yang saya petik dari kisah ini, "Bahwa, nama baik adalah segalanya. Sekali nama kita tercoreng maka akan sangat sulit untuk mengembalikannya."


😘😘😘



4 comments: