Ikan, Kecoa, Kucing dan Bus Damri: Review Semua Ikan Di Langit

Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit: Grasindo
ISBN: 7986023758067
Tebal: 272 hlm.


(Pict: Goodreads.com)

“Orang-orang yang percaya bahwa ia bisa menemukan penjelasan di balik keajaiban mungkin tidak percaya ‘keajaiban’ itu ada sama sekali.” (Semua Ikan di Langit, 2016: 162)


Semua Ikan Di Langit merupakan pemenang tunggal di DKJ 2016. Gaya bahasa yang digunakan hampir membuat saya menyerah saat membaca novel ini. Kepala susah mencerna, wajar mungkin bukan genre kesukaan yang biasa saya baca.

Jika boleh saya katakan, Semua Ikan di Langit merupakan gabungan dari cerita anak, fantasi, dongeng, fiksi ilmiah dan mitos penciptaan dunia. Novel ini diambil dari sudut anak kecil yang cerdas dan terbuang. Cerita ini juga bergerak berdasarkan penuturan dari sebuah bus, semua tokohnya berpetualang ke luar angkasa yang bukan lagi kotak tanpa sekat. Selain itu cerita ini juga diambil dari sudut pandang "Beliau" yang memiliki kecerdasan luar biasa. 

Orang zaman sekarang. Kalau tidak percaya pada hal yang sama dengan mereka, kau setan. Tidak boleh berpikir sama sekali, sepertinya. Padahal kan kita disuruh sering-sering berpikir, benar tidak? (hlm. 119)



Selain menghadirkan tokoh bus tua, Ziggy juga memghadirkan tokoh Nad yang merupakan perwujudan kecoa bule dari Rusia. Lalu, Bastet tokoh kucing yang datang dari kamar paling berantakan, tidak ada konflik seberat novel romance. Namun, dari Semua Ikan di Langit kita akan banyak menemukan makna seomitika dalam novel ini salah satunya adalah bahwa rasa cinta bukan hanya ditunjukkan pada sesama manusia saja, tapi rasa cinta manusia terhadap benda mati, manusia kepada Tuhan, dan juga manusia dengan mahluk hidup lainnya.


Untuk kalian yang susah menerima genre dengan tulisan absurd seperti ini, saya sarankan jangan memaksa. Karena butuh waktu lama untuk mencerna dan memahami novel sekeren ini.

No comments