Sayang Keluarga Berarti Tidak Mudik, Ini 5 Keuntungan #KARANTINAWILAYAH


sumber: twitter @izzulislam77

Semakin hari jumlah kasus virus Covid 19 semakin banyak. Angkanya saat ini menembus 1000 lebih orang. Angka kematian juga tidak bisa dikatakan sedikit dalam kurun waktu kurang dari sebulan. Banyak orang mulai resah akan hal ini. Covid 19 bukan sembarang virus. Penyebarannya terbilang sangat cepat dan bahkan nyaris tidak terkendalikan. 

Banyak relawan medis yang mulai mengeluh. Kurangnya APD menjadi salah satu kendala. Di tambah dengan ketidaksadaran beberapa masyarakat terkait bahaya virus Covid 19. Beberapa masih saja berkeliaran bahkan untuk urusan yang tidak terlalu penting. 

Memang, tidak semua orang mampu untuk menjalani karantina mandiri. Ada beberapa orang yang nyatanya terbentur pada kebutuhan. Mereka adalah para pekerja harian. Di mana penghasilan mereka sangat bergantung pada aktivitas harian. Tidak keluar rumah artinya tidak ada uang. Memilih tetap berada di luar dengan berbagai ancaman terkait virus corona bukanlah sebuah keinginan. Melainkan bentuk dari sebuah kebutuhan.

Untuk orang-orang seperti itu, cukuplah doa agar mereka bisa selalu terlindungi. Bila perlu, kita dapat membantu sesuai kemampuan. Tapi, hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Bagi yang tidak punya kepentingan, sebaiknya di rumah saja. lebih teliti lagi saat hendak keluar. Tanyakan pada diri, sepenting apa urusan tersebut. Sebab jika keluar, akan banyak resiko yang bisa saja tidak kita sadari. 

Melihat dari banyaknya angka kematian serta pertumbuhan kasus Covid 19 ini dengan pesat, maka beberapa daerah mulai cemas. Menunggu pemerintah pusat untuk memberikan suara terkait #karantinawilayah rasanya terlalu lama. Alhasil, beberapa kota dengan kebijakan pemerintah daerah memberlakukan #karantimawilayah. Tentu hal ini bukan tanpa alasan. 

Dengan diberlakukannya #karantinawilayah, seyidaknya 5 keuntungan berikut ini bisa kamu rasakan. 

Bisa Lebih Hemat
Daya belanja pada masa ini terbilang cukup menurun. Beberapa tempat hiburan dan tempat kuliner kebanyakan tutup. Inu jelas akan mengamankan isi dompet kamu. Kamu jadi lebih bijak menggunakan uang hanya untuk belanja yang penting saja. Selain itu, tidak ada pengeluaran untuk ongkos ke sana dan ke sini, sebab banyak waktu dihabiskan di rumah. 

Lebih Intim Bersama Keluarga
Bagi kamu yang bekerja full di kantor, ini merupakan kesempatan emas untuk bisa berkumpul bersama keluarga. Dengan ditutupnya berbagai akses, quality time bersama keluarga jadi lebih mudah terjalin. Anak-anak juga libur sekolah. Orang tua pun tetap berada di rumah. Ini moment paling tepat untuk menumbuhkan kembali rasa kebersamaan. Sangat jarang libur lama seperti ini, bukan? 

Jadi Jago Masak
Libur sehari atau dua hari mungkin menjadi hal yang biasa. Namun, libur kali ini berbeda. Kamu bisa memanfaatkan ini sebagai momentum belajar masak di rumah. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali pertokoan yang tutup. Termasuk beberapa tempat makan. Jika hendak makan sesuatu, tidak ada salahnya untuk mengolahnya sendiri. Ini moment paling tepat belajar masak mumpung ada keluarga sebagai tim koreksi rasa. 

Lebih Memerhatikan Kesehatan
#karantinawilayah ini dilakukan untuk mencegah meningkatnya kasus covid 19. Selain himbauan untuk tetap berada #dirumahaja, pemerintah juga mengjimbau agar seluruh lapisan masyarakat bisa lebih memerhatikan kesehatan. Mulai dari cara mencuci tangan dengan benar, cara penggunaan desinfektan serta melakukan pembersihan di dalam dan di luar rumah. Hal ini sebagai salah satu upaya melindungi diri dari penyebaran virus corona. 

Menutup Peluang Penyebaran Virus
Hal yang paling utama dilakukannya #karantinawilayah adalah menutup penyebaran virus ini. Seperti yang kita ketahui, penyebaran virus SAR-Cov 2 ini bisa dilakukan oleh manusia. Kita tidak akan pernah tahu siapa saja yang sudah terjangkit virus ini. Jangan sampai, orang yang datang ke daerah kita ternyata merupakan suspect yang membawa virus mamtikan ini. Apalagi, penyebarannya terbilang sangat cepat. Bahkan, beberapa orang punya peluang menyebarkan virus walaupun ia tidak dalam keadaa  sakit. 

Kelima keuntungan ini sudah jelas dirasakan. Memang, akan ada pro dan kontra. Akan ada yang mengeluh. Tapi, jika kita terapkan ini dalam kurun waktu 2 minggu saja, setidaknya bisa sangat membantu. Periode 2 minggu adalah periode inkubasi virus tersebut. Selain itu, dengan adanya #karantinawilayah kita juga menutup celah penyebaran virus Corona. Semoga cepat berlalu, ya. 

34 comments:

  1. Ah bener banget ini mba... Kalau yang paling banyak saya rasakan sih poin 2 ya. Waktu kumpul sama keluarga makin banyak, apalagi kalau pas makan bersama tuh... rah, jadi lebih rame suasananya karena semua anggota keluarga berkumpul...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua ada hikmahnya. Cuma kadang, kita aja yg gak liat.

      Delete
  2. Yang paling dirasakan setelah wabah COVID-19 ini adalah jadi lebih rajin masak dan mengurangi beli makanan di luar. Tidak mudik bukannya tidak kangen keluarga tetapi itu memutus rantai penyebaran. Banyak orang yang belum mengerti hal ini, yang penting pengennya berkumpul dengan keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pun demikian mbak. Meski memang suka masak, tapi kali ini benar-benar lebih rajin.

      Delete
  3. Ya Allah, semoga wabah virus ini segera berakhir dan Kita semua dijauhkan dari musibah ini. Aamiin ya Rabbal Alamin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya Rabb
      Banyak hal makin susah rasanya. Terutama soal dapatin uang hari2.

      Delete
  4. Sayang keluarga berarti tidak mudik. Hanya saja di negara Kita ini tidak semua orang berpikiran kayak gini. Moga situasi cepat membaik dan kembali seperti sedia kala

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih mbak. Gak usah jauh2, malah sama keluarga sendiri bertentangan soal ini.

      Delete
  5. Berkumpul bersama keluarga memang luar biasa kenikmatannya. Semoga musibah ini cepat berlalu. Sehingga bisa mudik dan berkumpul dengan keluarga lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Gak kebayang rasanya lebaran tanpa kumpul keluarga

      Delete
  6. bener banget, klo bisa apapun keadaanya kita sabarin untuk karantina sesuai anjuran pemerintah. Biar Corona cepat berlalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salut sama yang paham dan benar2 jalani proses #dirumahaja

      Delete
  7. Bene banget. Tapi masih banyak yg ngeyel mengaku sehat dan nekat mudik. Padahal belum tau juga dia odp apa gak kan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak. Sayang banget. dan sampai sekarang gak ada tanda-tanda akan reda.

      Delete
  8. Lima poinnya bener semua tuh, Mbak.
    Beginilah perjuangan kita kali ini. Yang tak punya kepentingan banget keluar rumah, stay aja di dalem. Walopun emang ga semua orang bisa WFH. Misua saya sepekan sekali masih harus nengok kerjaan :( Was-was ada sih. Karena daerah kerjanya di kota sebelah masuk red zone walaupun pemerintah daerah sana bagus sih penanganannya. Semoga Corona segera berlalu dg ketaatan kita sekecil apapun. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. MashaAllah. Semoga semuanya terlindungi. Sayangnya, sampai saat ini masih ada yg masa bodo dngn ancaman virus.

      Delete
  9. Semoga badai lekas berlalu. Saya gak mudik kok. Hehe

    ReplyDelete
  10. Meskipun sudah tahu kondisi yang terjadi, masih ada yang memaksakan diri untuk tetap mudik.
    Saya pun harus mengikhlaskan diri untuk tidak mudik nih Mbak, sedih juga rasanya tapi ini untuk kebaikan semuanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak, aku jg gak mudik. Harus tahan diri demi keluarga.

      Delete
  11. tentu dengan tidak adanya mudik ini ada sebuah fenomena yg tidak biasa ya dari potret Indonesia dimana dominan rakyatnya muslim, rasanya hampa, tapi insya Allah ini yg terbaik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mbak. Apalagi di bulan puasa seperti ini. Malah susah ngebayangin gimana ntr lebaran?

      Delete
  12. Betul sekali haha saya yang jarang masak, kali ini jadi pinter masak haha. Semoga wabah ini segera berakhir ya aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe.. jadi punya hikmah tersendiri ya mbak.

      Delete
  13. Sejak ada wabah corona, saya jadi rajin ngebaking..hihi. Tapi, mungkin tahun ini harus ikhlas andai nggak bisa mudik meskipun udah beli tiket Jakarta-Malang pulang pergi sekeluarga. ..semua demi kebaikan bersama. Mudiknya semoga bisa ditunda...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak. akupun jd lebih aktif ngadon di rumah.

      Delete
  14. Sebetulnya, kalau lihat sisi positifnya mmemang banyak. Anak saya sekarang jadi lebih banyak main dengan abinya. Tapi tidak bisa dipungkiri juga, asli. Bosan banget mbak. Huhuhu...

    Terus sedih juga nggak bisa mudik. Huhuhu..

    Lah, saya jadi curhat.
    Semoga wabah ini lekas berakhir. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tp kalau kelamaan, kurasa.juga gk baik sih mbak.

      Delete
  15. Di rumah aja memang jadi ada hikmah tersendiri ya, mungkin selama kerja sibuk di luar, nah pas sekarang jadi waktunya untuk merekatkan kembali hubungan antar anggota keluarga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mbak. Tapi, tetap saja kita butuh lingkungan luar untuk bersosialisasi.

      Delete
  16. Yah mau gimanalagi ya Mbak. Mau pulkam takut nggak pulkam dilema ya sudahlah mending saya pilih di rumah saja dan berdoa semoga wabah corona ini bisa segera berlalu. Setidaknya sampai sebelum lebaran atau kali aja ada keajaiban kita bisa memasuki Ramadan tanpa Corona.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin. Semoga semua.keluarga sehat. iti yg penting.

      Delete
  17. ya, memang benar sekali. jangan bersikap egois demi kebosanan kita yang pada akhirnya ortu di kampung yang jadi korban

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mending tahan diri, yakan? Semoga lekas berlalu. aamiin

      Delete