Stop Panik, Waspada Perlu! Begini Cara Memutus Rantai Penularan Covid-19.

sumber: google.com



Covid-19 merupakan virus pandemi yang selalu disebut sejak kemunculannya pada awal November lalu. Wuhan menjadi daerah pertama diwabahi oleh virus ini. Sejak kemunculannya memang sudah memakan banyak korban. Lebih mengerikan lagi, ribuan korban berjatuhan  di Wuhan akibat covid-19. Dalam sehari tercatat laju kematian hingga lebih dari 500an orang. Ini angka yang fantastik. 

Tidak hanya Wuhan saja, penyebarannya berjalan begitu cepat. Bahkan merambah ke hampir seluruh pelosok dunia. Maka tidak heran peristiwa ini disebut sebagai peristiwa Internasional. Bahkan di Indonesia, kejadian yang hampir menyeluruh di setiap provinsi disebut sebagai bencana nasional. 

Berdasarkan data terakhir (22/3) yang di sampaikan oleh juru bicara penanganan Corona, yaitu Bapak Achmad Yurianto, jumlah orang dengan positif covid-19 adalah 514 orang. Sementara jumlah penderita covid-19 yang dinyatakan sembuh adalah 29 orang. Lain halnya dengan jumlah kematian yang tercatat ada 48 orang. Ini merupakan angka yang sangat fantastis dalam kurun waktu tidak sampai sebulan. Besarnya angka kematian dari pada angka kesembuhan memang membuat cemas banyak pihak. Belum lagi jumlah orang yang dinyatakan positif terkena virus ini nyatanya semakin hari semakin bertambah. 

Sekilas dilihat berbagai gejalanya memang seperti flu biasa. Tidak ada yang bisa menyangka bahwa virus ini akan menjangkit seseorang. Bahkan, orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat, misalnya bisa jadi tidak menimbulkan gejala-gejala seperti demam, flu, batuk serta tanda klinis lainnya. Berbeda dengan mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah atau kategori orang dengan usia bayi, anak bahkan lansia akan mengeluarkan gejala-gejala yang bisa jadi sangat menyusahkan pasiennya. 

Untuk mengatasi penyebaran virus serta informasi terkait virus SARS-COV-2 ini, maka beberapa hal berikut perlu kamu terapkan. Bila perlu, ajak juga keluarga, kerabat serta teman untuk melakukannya bersama-sama. 

Mendapatkan Informasi Dari Sumber Yang Jelas
Peristiwa ini bukan hanya peristiwa lokal. Dan bukan pula peristiwa yang bisa dianggap remeh. Akan ada banyak ulasan yang beredar. Kamu harus bisa memilah informasi terbaru dan paling bisa dipercaya. Pasalnya, berita yang tidak benar akan membuat kamu mendapatkan asumsi yang juga salah. Dan akan menimbulkan kepanikan yang berlebih. 

Jangan Panik
Covid-19 memang bukan virus yang biasa. Meski awal kemunculannya sudah ada sejak tahun 2005 oleh ilmuan Belanda, nyatanya virus ini bisa menggemparkan seantero dunia. Ia memang mematikan, tapi kamu tidak perlu panik berlebihan. Waspada memang harus dilakukan, tapi dengan cara yang benar. Jangan karena panik, kamu bisa melakukan hal-hal yang seharusnya tidak perlu berlebihan. Seperti membeli barang dengan jumlah yang sangat banyak jauh dari kebutuhan karena takut kehabisaan. Perilaku ini sangat tidak diperlukan. 

Jaga Kesehatan
Beberapa ahli medis melalui pesan berantai di media sosial selalu menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan. Dengan memiliki daya tahan tubuh yang kuat, bisa meminimalisir terjangkit virus Covid-19. Jika pun terjangkit setidaknya berpeluang besar untuk disembuhkan sebab daya tahan tubuh yang mendukung kesembuhan. Selain mengkonsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh, kamu juga bisa membentengi diri dengan menggunakan masker ketika keluar rumah. Masker memang diperuntukkan bagi orang sakit. Tapi, beberapa orang sakit kadang tidak aware dengan diri dan lingkungannya dengan tidak menggunakan masker. Untuk langkah pencegahan, bisa dengan menggunakan masker jika berada dikeramaian. 

Melakukan Aksi Jaga Jarak
Seperti yang disuarakan oleh pemerintah bahwa kita harus bisa menjaga jarak satu sama lain. Kita tidak pernah tahu siapa yang benar-benar sudah terinfeksi. Sebab beberapa orang yang terjangkit kadang tidak menunjukkan gejala-gejala virus ini. Maka sangat perlu untuk menjaga jarak antara satu sama lain. Dengan tidak saling bersentuhan atau melakukan kontak fisik dengan orang lain. 

Mencuci Tangan Dengan Benar
Sedari dulu memang kita dianjurkan untuk mencuci tangan dengan benar. Setidaknya, 20 detik lamanya. Anjuran ini benar-benar menjadi perhatian semenjak virus corona mewabah negara ini. Banyak orang yang kemudian mengkampanyekan kembali cara mencuci tangan yang benar. Dengan memperhatikan kebersihan, setidaknya kamu bisa memperlambat penyebaran atau bahkan memutuskan rantai penyebaran virus tersebut. Namun, jika berada di luar dan sulit mendapatkan akses untuk mencuci tangan, kamu bisa memanfaatkan handsintizer. Setidaknya ini bisa jadi pertolongan pertama. Namun, setelah itu tetap mencuci tangan dengan petunjuk yang sudah diinstruksikan. 

Aksi #dirumahaja
Semenjak virus covid-19 ini menjadi buah bibir dunia, maka langkah mengisolasi diri menjadi pilihan. Hal ini tidak diperuntukkan bagi yang sakit saja. Bahkan, orang-orang yang sehat pun dianjurkan untuk tidak berkeliaran di tempat umum dan harus berada #dirumahaja. Aksi ini setidaknya bisa menekan laju penyebaran virus corona sebab minimnya interaksi antara orang yang satu dengan yang lainnya. Jangan keluar rumah jika tidak ada yang penting banget. 

Keenam langkah di atas jika dilakukan dengan benar dan konsisten setidaknya bisa berdampak baik. Ini tidak dilakukan oleh pemerintah pusat saja. Anjuran ini berlaku untuk seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Aksi ini juga dilakukan oleh beberapa negara di luar sana. Mereka menyebutnya dengan istilah lockdown. Sebagai contoh, negara yang berhasil melakukan lockdown adalah Singapura dengan angka kematian 0 pada 2 minggu penyebaran covid-19. Ini patut ditiru. Dan kita bisa melakukannya dengan mengikuti instruksi pemerintah. 

17 comments:

  1. Sayangnya, banyak yang masih ngeyel dengan anjuran pemerintah dan menyepelekan wabah ini. Duh, semoga Allah selalu menjaga dan melindungi serta menjauhkan kita dari virus ini. Aamiin

    ReplyDelete
  2. Dampak Corona sudah terasa sampai di Indonesia. Yang penting bisa jaga kesehatan tubuh dan mentaati himbauan pemerintah. Semoga wabah ini bisa segera diatasi ya. Aminn.

    ReplyDelete
  3. Ngeri banget emang sekarang yahh gak ada tanda-tanda kok bs positif Covid 19, semoga virus ini cepat berlalu dari Indonesia. aamiin

    ReplyDelete
  4. Di sekitar tempatku, masih banyak yang kurang aware akan virus ini. Entah karena mereka belum paham atau menganggap virus ini biasa saja. Padahal sudah banyak informasi mengenai risiko virus ini.

    ReplyDelete
  5. Semoga semua musibah ini segera berlalu. Tapi memang sosialisasi ini sangat perlu, karena masih banyak yang ngeyel sih, gemes 😥

    ReplyDelete
  6. Ikuti anjuran pemerintah dengan social distancing saja, kalau mau ke luar rumah cukup karena hal yang urgent juga, Jaga kesehatan diri dan keluarga yang utama. Memang mending Stay at home. Moga pandemi ini segera berlalu

    ReplyDelete
  7. Sebelum ada hebih covid 19, saya sebenarnya termasuk yang rajin cuci tangan. Nah dengan kondisi sekarang, makin lebih rajinnn lagi, dan kali ini durasinya lebih lama gak cepet-cepet, nuruttt sama urutan cuci tangan yang bener. Bismillah, sehat-sehat untuk kita semuaaa yaa

    ReplyDelete
  8. Singapore hebat, warganya patuh dengan pemerintahnya. Semoga badai lekas berlalu. Aamiin

    ReplyDelete
  9. Betul Mba. Langkah sederhana sebenarnya. Tapi masih banyak yang menyepelekan. Gemes jadinya.

    ReplyDelete
  10. Selektif sama informasi masih jadi challenge. Apalagi buat lingkaran yang budaya copy paste share nya kuat. Kaya semuanya jadi fomo padahal info covid aja udah kaya tsunami hehe.

    ReplyDelete
  11. Benar, banyak sekali berita yang dipertanyakan kebenarannya. Salah-salah malah bikin tambah panik. Semoga wabah ini cepat pergi ya mbak

    ReplyDelete
  12. Aku sudah sampai pada titik gak prnah konsumsi berita lagi. Jadi sampai hari ini udah nggak tahu perkembangan pasien positif dan sembuh. Berasa lebih lega aja, dan hidup seperti biasadari dalam rumah.

    ReplyDelete
  13. Sedih dan khawatir juga ya mbak tiap hari melonjak Jumlah orang Yang terinfeksi, padahal itu yang terdeteksi, apalagi Yang nggak terdeteksi. Aksi #rumahaja semoga bisa ditaati oleh banyak orang

    ReplyDelete
  14. akhirnya aku berusaha skip berita tentang Corona lewat social media kecuali dari portal berita resmi :(

    ReplyDelete
  15. selama dirumahaja, jujur aku jarang banget ngikutin pemberitaan yg makin membuat aku nambah insecure, karena aku anaknya mudah panik. Jadi netflix-an aja di rumah sambil buat konten organik

    ReplyDelete
  16. Hal-hal ini memang perlu dan penting banget untuk terus dilakukan ya mba. Jika kita patuh dan disiplin ngejalaninnya insyaallah wabah covid-19 akan segera berakhir. Aamiin

    ReplyDelete
  17. Makasih banyak mbak, saya sebenarnya takut sejak virus ini mewabah di wuhan. Semoga segera dapat teratasi

    ReplyDelete