Banyak Tawaran KTA? Begini Penjelasan Lengkapnya!

sumber: cermati.com


Dana adalah suatu hal yang tampaknya sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan adanya dana, seseorang bisa membeli apa saja yang diinginkan. Tidak heran jika banyak yang menggunakan sarana pinjaman untuk mendapatkan dana secara sah. Namun, banyak yang khawatir saat memilih sarana peminjaman dana. Pasalnya, adanya bunga dalam pinjaman dianggap sebagai riba di mana dalam agama Islam harus dihindari. Salah satunya adalah KTA syariah.

KTA syariah merupakan salah produk dari pinjaman secara syariah. Pinjaman syariah tidak menerapkan unsur dan sistem bunga sehingga tidak melanggar aturan dalam agama Islam. Selain itu, pinjaman syariah juga memiliki sistem bagi hasil atau jual beli sehingga orang yang mengajukan dana tidak perlu khawatir mengenai riba.

Pernahkah Anda mendengar KTA syariah? Dalam agama Islam, KTA syariah merupakan salah satu sarana yang bisa diterima dan dilakukan. KTA syariah adalah suatu produk yang ditawarkan dari perbankan dengan menggunakan sistem secara syariah dan berupa pinjaman tanpa agunan.

Pengertian dan Perbedaan Dengan KTA Konvensional
KTA memiliki kepanjangan Kredit Tanpa Agunan di mana memiliki jenis yaitu syariah dan konvensional. Kedua hal tersebut memiliki kesamaan yaitu tidak adanya kewajiban untuk melakukan jaminan atau agunan. Selain itu, kedua hal tersebut bisa menawarkan dana pinjaman di atas 100 juta dengan sejumlah tenor.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, KTA syariah adalah suatu pinjaman tanpa agunan dengan menerapkan sistem sesuai syariat dalam agama Islam. Sedangkan, KTA konvensional adalah produk yang diberikan kepada nasabah untuk memilih dan menggunakan dana pinjaman secara bebas. Antara KTA syariah dan KTA konvensional terdapat beberapa perbedaan mendasar, antara lain:

Bunga dan Non Bunga
Perbedaan mendasar antara KTA syariah dan KTA konvensional terletak pada bunga dan tidak adanya bunga. Jelas, seperti di penjelasan awal bahwa KTA syariah tidak menggunakan sistem bunga. Berbeda dengan KTA konvensional di mana pinjaman yang dilakukan akan dikenakan bunga yang nantinya bisa dibayar bersamaan dengan cicilan pokok.

Tujuan
Perbedaan kedua hal tersebut juga bisa dilihat dari tujuan penggunaan dana. Dalam KTA syariah, nasabah akan diwajibkan untuk membuat surat pernyataan tentang tujuan menggunakan pinjaman dana. Tujuannya untuk mencegah sesuatu yang ternyata dilanggar dalam agama Islam.

Berbeda dengan KTA konvensional di mana nasabah diberikan kebebasan dalam menggunakan pinjaman dana untuk semua jenis keperluan. Dengan catatan tujuan tersebut tidak melanggar peraturan dalam perundang-undangan.

Pembagian Risiko
Perbedaan lainnya juga bisa dilihat dari pembagian risiko di mana pada KTA syariah, risiko juga akan ditanggung oleh bank karena sistem yang diterapkan adalah bagi hasil. Sedangkan pada KTA konvensional, risiko akan ditanggung oleh nasabah seutuhnya.

Pengawas
Perbedaan terakhir terletak pada pengawas yang berwenang atau bertugas. Pada KTA syariah, pengawas yang akan berwenang adalah BI, OJK, dan pengawas khusus Dewan Syariah Nasional. Tugas dari dewan itu nantinya adalah merumuskan beberapa aturan yang berhubungan dengan perbankan secara syariah.

Sedangkan pada KTA konvensional, pengawas yang berwenang hanya OJK dan BI saja. Adanya pengawasan dari dua lembaga tersebut bertujuan agar sektor jasa keuangan menjadi sektor yang transparan dan bisa terjalin dengan lancar.

Prinsip KTA Syariah
Dalam KTA syariah juga terdapat beberapa prinsip yang digunakan sebagai landasan dalam menawarkan pinjaman dana. Apa saja itu?

Prinsip Mudharabah
Prinsip ini menekankan dan menerapkan sistem bagi hasil sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat di awal. Prinsip tersebut digunakan untuk melakukan penghimpunan dalam dana masyarakat berupa tabungan, deposito, dan giro. Jika dalam usaha nantinya bertemu dengan kerugian besar maka shahibul maal akan menanggung kerugian tersebut.

Prinsip Wadi'ah
Prinsip kedua yang terdapat dalam syariah KTA adalah prinsip Wadi'ah di mana memiliki amanah dari satu nasabah ke nasabah lainnya. Dalam prinsip tersebut terdapat dua jenis yakni: Wadi'ah Yad Amanah di mana pihak bank sebagai penerima titipan dan tidak boleh menggunakan dana tersebut serta Wadi'ah Yad Dhamanah di mana pihak bank sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam harga titipan.

Prinsip Musyarakah
Prinsip ini bertujuan untuk mendirikan suatu usaha dengan hasil keuntungan disesuaikan dengan keputusan dari nasabah. Prinsip ini menggunakan sistem pertanggungan dan bertujuan untuk meningkatkan nilai aset. Biasnya pihak yang akan bekerja sama dengan prinsip ini adalah kepemilikan, barang perdagangan, dan dana.

Prinsip Salam
Prinsip salam adalah prinsip yang menerapkan sistem transaksi jual beli dengan harga pokok yang sudah ditambah dengan keuntungan dan melalui sebuah kesepakatan. Prinsip ini dilakukan dengan pihak bank sebagai pembeli sedangkan nasabah bertindak sebagai penjual.

Prinsip Ijarah
Prinsip Ijarah adalah prinsip di mana akad perpindahan hak guna terhadap suatu barang dengan pembayaran berupa upah sewa melalui sebuah kesepakatan. Prinsip ini digunakan sebagai landasan dalam jasa perbankan lainnya selain sewa cicil, seperti kotak simpanan. Bisa dikatakan bahwa prinsip Ijarah berlandaskan perpindahan manfaat dan berupa harta di mana pihak bank selaku penyewa harta serta nasabah selaku pemakai harta.

Prinsip Wakalah
Prinsip ini digunakan untuk akad pemberi kuasa berupa jasa dari pihak lain dalam pelaksanaan berbagai urusan. Dalam prinsip ini, bank akan mendapatkan mandat khusus dalam pelaksanaan perkara yang memiliki nama atas nasabah.

Keuntungan KTA Syariah
Dibandingkan dengan menggunakan KTA konvensional, menggunakan KTA syariah memiliki beberapa keuntungan seperti di bawah ini.

Halal
Dengan menggunakan KTA syariah maka pinjaman dana yang akan Anda dapatkan adalah halal di mana tidak adanya riba. Tentunya ini sudah sesuai dengan hukum peraturan perundang-undangan dan menurut syariat agama Islam.

Proses Pengajuan Sangat Cepat
Meskipun membutuhkan surat pernyataan dalam penggunaan KTA syariah, bukan berarti proses dalam pengajuan dana diperhambat. Hak ini dikarenakan untuk mencegah terjadinya masalah yang melanggar agama. Setelah tujuan penggunaan dana disetujui, Anda langsung bisa menggunakan dana tersebut tanpa harus menunggu lama.

Praktis
Bagi Anda yang ingin menghindari riba tapi ingin melakukan pinjaman dana bisa menggunakan KTA syariah. Karena keuntungan dari KTA tersebut adalah praktis dan mudah dicairkan asalkan tujuan penggunaan dana benar adanya dan sesuai menurut agama Islam. Selain itu jika terjadi risiko selama penggunaan dana maka akan ditanggung oleh pihak bank.
Jadi para peminjam dana tidak perlu khawatir untuk mengganti rugi. Berbeda dengan konvensional di mana nasabah yang akan bertanggung jawab penuh terhadap segala risiko kerugian.

Bank Penyedia KTA Syariah
Bagu Anda yang ingin menggunakan KTA syariah tidak perlu khawatir karena ada banyak sekali bank yang menyediakan sistem tersebut. Anda bisa dengan bebas memilih jenis bank tersebut, antara lain:

KTA BRI Syariah,
KTA Mandiri Syariah,
Bank Syariah Mandiri,
BNI Syariah,
CIMB Niaga Syariah
Pengertian, perbedaan KTA syariah dengan konvensional, prinsip, keuntungan, serta bank penyedia tersebut bisa membantu Anda mengenal lebih dalam tentang dunia syariah.

14 comments:

  1. Kalo ada bunganya ya sama aja bukan syariah ya.. mungkin,

    Kunbal gan

    ReplyDelete
  2. Perbedaan kta konvensional dan syariah itu bagaimana

    ReplyDelete
  3. Jadi sedikit ngerti perbedaan antara KTA syariah dengan yang konvensional. Thanks

    ReplyDelete
  4. Tawarannya menggiurkan sih kadang, tp setelah hitung2 wow sekali bunganya.. hehehe
    Ngeri kalo diinget2, pernah tercebur KTA soalnya..mayan bikin pusing bin mumet bayarnya..hehehehe

    Maaf kata nih, kalo bisa hindari riba deh biar berkah dan tentram.
    Kalo kepaksa ya cermati banget sebelum ambil KTA, biar gak salah ambil dan nyesel di belakang, (ett dah curhat)

    ReplyDelete
  5. Baru mengerti sampai sekarang apa itu KTA Syariah, terima kasih infonya menarik untuk dibaca

    ReplyDelete
  6. Tinggal pilih aja sih, mau KTA konvensional atau yang syariah. Setidaknya dengan memilih yang syariah, kita percaya sudah sedikit mengurangi dosa. Ya walaupun saya masih perlu belajar lagi, kenapa bank syariah/peminjaman uang di bank syariah di Indonesia masih dikenal ada bunganya. Hemm menarik.

    ReplyDelete
  7. Ohh jadinya gitu ya bedanya. Tapi,bukannya kalau ada bunga jadinya bukan syariah ya gak sih? Tapi, ini informasinya bagus banget.. Makasih atas informasinya ;)

    ReplyDelete
  8. Walaupun ada KTA konvensional dan syariah, namun keduanya tetap ada bunganya, tapi KTA syariah itu juga membantu seseorang.

    ReplyDelete
  9. Saat ini banyak yang mengatasnamakan syariah. kita sebagai umat muslim harus pandai-pandai dan jeli, jangan sampai kita terjebak hanya karena adanya embel-embel syariah. salah satunya dengan mengetahui struktur kepengurusan dewan syariah di lembaga tersebut.

    ReplyDelete
  10. Walaupun ada KTA syariah kita harus tetap berhati-hati jangan sampai kita tertipu dengan embel - embel syariah yang belum tentu itu memang syariah

    ReplyDelete
  11. Jadi sekarang menegerti perbedaan KTA syariah dan konvensional

    ReplyDelete
  12. Thank You Author, Jadi tau perbedaannyaa yaa terima kasih ilmu barunya

    ReplyDelete
  13. Penjelasannya detil banget. Makasih kak, sangat membantu buat tugas nih. Untung ada postibgan ini.

    ReplyDelete
  14. Saya pernah ditawarin kek gini tp saya tolak hehe

    ReplyDelete